“My Life My Adventure” — Call it like that!!

2015…on Januari in two thousand and fiveteen…

Setelah dua bulan di awal tahun yang direpotkan oleh dokumen dan data, akhirnya dapet kesempatan juga nulis another exciting and fascinating experience di akhir tahun 2014 kemarin. Kali ini izinkan aQ dengan rasa bangga menceritakan keindahan kota kelahiranku –BANYUWANGI

Yepp…akhir tahun 2014 sudah diisi dengan banyak rencana jauh-jauh hari sebelumya, and our destination is the most east city on Java Island, Banyuwangi. Ada satu hal yang bikin aQ heran mengenai kota tempat pertama kali aQ melihat dunia ini, kota ini spesial dan punya daya tarik tersendiri buat aQ (di luar alasan karena aQ lahir di tempat ini). Nggak ada kata bosan atau capek dateng ke kota ini, padahal jaraknya dari Bandung jauh bingit dan udara disana puaaannaase polll (tolong dikesampingkan alasan-alasan mistis yaa 😛 ), selain itu kalo mau ke Banyuwangi itu perlu waktu libur yang panjang (dan bonus yang banyak tentunya 😀 ). Mungkin inilah alasan yang paling tepat kenapa aQ jarang-jarang pulang ke kota tercintaahhh.

Cukup untuk pendahuluannya, kita melaju ke cerita utama, mariiiii…..

Perkenalkan inilah aktris-aktris utama dalam adventure episode ini, JREENG JREEEENG!!

Perjalanan kami dimulai tanggal 26 Desember 2014 jam 15.30, naik Mutiara Selatan dari Stasiun Bandung dan masih harus transit di Stasiun Surabaya Gubeng besok paginya yang kemudian lanjut naik Mutiara Timur sampai Stasiun Karangasem Banyuwangi. Nggak lama kami udah dijemput sama guide kita Mas Apik seperangkat dengan jeepnya yang oke hahahhaa…

Sampai St. Karangasem

Sampai St. Karangasem

In a short time we’ve finally arrived, the station is just about 10 minute from home. Our next schedule is SLEEP, because about midnight we’ve had to leave again for the Ijen climb(let’s ignore my aunt’s complaining about set off in middle of the night). Di tengah malam yang horror i mean sepi, senyap dan gelap kami berempat menyusuri jalan (dan ternyata hutan semak belukar juga) menuju Paltuding yaitu area batas kendaraan bermotor dan titik awal pendakian. Pukul 01.30 WIB…bismillah kita mulai pendakian Gunung Ijen.

Jadi yang bisa aQ ceritakan disini, pendakian terbilang BERAT untuk pemula (kaya kami-kami ini, terutama aQ & Dian). Medan jalan menanjak curam, tekstur jalan berpasir, kondisi minim penerangan, lingkungan banyak orang kaya di Gasibu hari minggu. Dari pada jalur datar lebih banyak jalur tanjakan berbelok.

Kita bahas sedikit soal Dian yang katanya hampir menyerah di 1 KM awal pendakian, (jiga nu he-euh) kita mulai pendakian dengan PeDe optimisnya. Kalau bisa update status Facebook di setiap 100m, mungkin ini yang aQ tulis : 100m pertama terlalui “OKE” … 200m pertama selesai “MASIH OKE” … 300m tanjakan selanjutnya “AYO SEMANGAT TERUS” … 400m berikutnya “MASIH NANJAK LAGI AJA?!” … 500m kemudian “NAFAS MULAI TERSENGAL-SENGAL” … 600m kedepan “DENYUT NADI TERASA SAMPAI DI LEHER” … 700m “UDAH NGGAK SANGGUP UPDATE STATUS LAGI”

Yang terjadi adalah badan kami (aQ & Dian) dalam kondisi SHOCK (everyday i’m shock,,shock!!). Muka udah pucet, nafas udah setengah-setengah, kaki udah nggak kuat diajak nanjak lagi. Terpikir ruginya kalau udah jauh-jauh kesini malah turun lagi dan nggak sampe kawah, maka dengan secercah harapan dan dengan puing-puing sisa semangat akhirnya kami putuskan melanjutkan pendakian. Thanks a lot to uri Ita-ssi yang sabar nungguin kami nyetel nafas dan isi ulang tenaga setiap 10 langkah nanjak, you’re really helped a lot Sist.

Singkat cerita, sampai puncak Kawah Ijen kami disambut dengan dingin oleh sekompi kabut yang lalu lalang. Sungguh sangat sayang sekali bangeeettt…kita nggak kebagian melihat eksotisnya The Blue Fire (sampe puncak juga udah untung) karena kita sampai puncak jam 04.30, sedangkan katanya si api biru bisa dinikmati pukul 03.00. Kita tetap bersyukur dan dengan sabarnya menunggu pemandangan indah di balik sang kabut. Hasil maksimal yang bisa kita dapat terlihat seperti foto-foto di bawah ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sedikit saja cerita saat turun gunung setelah semedi di puncak kawah yang mana kabutnya betah nggak ilang-ilang walaupun sudah dimantra-mantrai (baca : di depan kawah nyanyi-nyanyi nggak jelas), waktu tempuh turun gunung cuma 1 jam 30 menit dong, berbanding terbalik dengan waktu pendakian tadi. Jalur turun memang lebih ringan dari pada nanjak, tapi usaha pilah-pilih jalan biar nggak kepeleset pasirnya itu bukan main saudara-saudara… Menahan pantat memang tak semudah yang dikira hahahahaaa :D. Sampai kembali di Pos Paltuding pukul 09.00 dan selanjutnya kembali ke rumah.

Masih di hari yang sama agenda sore adalah Taman Nasional Baluran, mari kita simak cerita selanjutnya….

Setelah mandi, makan, dan sholat di rumah, jam 1 siang kami kembali dijemput oleh Mas Guide dan seperangkat jeepnya meluncur ke TN Baluran yang mana adalah cita-cita Dian semenjak lama main kesana. Jaraknya dari Kota Banyuwangi sekitar 50KM dan ditempuh sekitar 1 jam. The Baluran National Park also known as Africa Van Java because the animals living in their natural habitat such as in Africa and the landscape is also not far different from what we’ve seen on National Geographics. Ternyata dari gerbang depan hingga sampai ke pusat Taman Nasional yaitu Savana Bekol melewati hutan sepanjang 12 KM. Ini dia dokumentasinya….

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Diujung savana terdapat Pantai Bama yang berombak kecil dan Hutan Bakau yang asri.

Hari ini ditutup dengan savana dan esok kita lanjutkan jelajah pantaaaaaiiiii 😀 😀 😀

Penelusuran pantai ini akan menjadi a long story to tell, i hope i won’t miss the important parts. Pantai Sukamade >> Teluk Hijau >> Pantai Pulau Merah. Perjalanan kita mulai dari jam 9.00 di hari ke-2 aQ di Banyuwangi, untuk mencapai tujuan pertama Pantai Sukamade kita harus menempuh sekitar 90KM ke selatan dari kota. Kalau jalan yang dilewati seperti jalan aspal akan cepat dan nggak menyiksa, tapi dari 90KM itu 30% jalan aspal dan 70% jalan bukit berbatu. Akses ke Pantai Sukamade melewati Taman Nasional Meru Betiri yang dimana taman nasional hutan ini jaaaauuuuuhhhhh berbeda dengan TN Baluran. Kalau bisa digambarkan dengan kata-kata, selama perjalanan kami serasa joget dangdut campur disko 😛 . Cekidot the track!!

Itu baru track-nya, mau tau medan jalan yang kami lalui?? Hutan+pantai+bukit+sungai = KOMPLIT. Dan selain jeep kami beruntung mencoba moda transportasi lainnya yaitu getek dan mobil truck. Ceritanya adalah kami seharusnya melewati aliran sungai, kalau dalam kondisi cuaca bagus sungai itu bisa dilewati langsung oleh jeep. Berhubung lagi musim hujan ditambah lagi ada tanggul yang jebol diujung sungai, hasilnya adalah perpaduan air pasang dan arus deras, jeep dianjurkan sebaiknya nggak nyebrang langsung kecuali mau tanggung resiko sendiri. Kami dan beberapa rombongan wisatawan dari jeep lain sepakat patungan nyebrang sungai naik getek dan melanjutkan sisa perjalanan sekitar 3-4 KM dengan truck, yaaa macem truck sapi lah. Silahkan menikmati iklan layanan masyarakat berikut ini….

Dikarenakan akses jalan yang sulit, jauh, dan beragam akhirnya kami sampai di Guest House Sukamade jam 16.30 waktu setempat. By the way the beach isn’t visible at all as far as the eye could see, where is the beach?? So we have to walk down the little jungle (again) about 700m to see the beach, oh my….what a long journey. Ternyata ini yang terbentang di balik little jungle tadi sodara-sodara.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebelum sempat ngeliat matahari menghilang kami putuskan balik ke Guest House, mengingat semakin larut kita kembali maka akan semakin mencekam the little jungle yang harus kita lewati. Jadwal berikutnya mengintip mengamati penyu bertelur, di tempat ini ada orang-orang yang disebut ranger yang tugasnya menyelamatkan telur penyu yang baru dikeluarkan sang induk (dari ancaman babi hutan atau pihak-pihak yang bermaksud komersil) untuk di-erami di suatu tempat yang disebut akuarium. Intinya ranger disini bekerja untuk melestarikan hidup spesies penyu. Malam itu kami dan rombongan lain sekitar 15 orang berangkat jam 20.00 waktu setempat dan menyusuri (lagi) the little jungle hanya dengan penerangan senter. Keberuntungan memang sedang bersama kami, alhamdulillah….malam itu terhitung ada 3 penyu yang naik ke pantai untuk bertelur dan kami menyaksikan secara langsung salah satunya. Maksud hati ingin menyaksikan sampai mereka kembali ke laut, tapi apadaya kami yang sisa 3 orang ini harus dikembalikan segera oleh ranger ke pos utama (peserta yang lain langsung pulang saat penyu selesai mengelurkan telurnya) karena disinyalir ada penyusup yang mengintai telur-telur penyu. Izinkan si penyu eksis sejenak di tulisan ini.

Kami kembali ke kamar sekitar jam 23.00 dan segera recharge energi untuk perjalanan berikutnya. Paginya kami punya jadwal melepas tukik ke laut, setiap rombongan diberi se-ember tukik siap lepas yang ternyata setelah dilihat isinya cuma 4 ekor hahahahhaaaa. Tak bosan kami lewati lagi hutan setapak yang kemarin sampai ke bibir pantai, prosesi lepas tukik sukses dihiasi langit biru, angin pantai, debur ombak, dan wajah-wajah sembab bangun tidur :D. Dikarenakan padatnya agenda, segeralah kami siap-siap menuju pantai berikutnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Teluk Hijau atau Teluk Ijo ini yang mencuri perhatian dari waktu perjalanan ini kami rencanakan. Buat aQ pemandangan paling bagus ada di lokasi ini. Setelah melalui rute yang kemarin, kami sampai di Pantai Rajegwesi sekitar jam 10.00 dan langsung menyewa perahu nelayan mengarungi lautan menuju teluk. Wow…berlayar selama 15 menit disuguhi air laut berombak sedang yang berwarna turqouise, pemandangan yang indah tetap tidak mengurangi rasa deg-deg-ser di hati karena kapal nelayannya kecil banget dan tanpa dinding disampingnya, HIKS!! Ini ekspresi bebas ku…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

The last place in our schedule is Pulau Merah. Not much to tell at this spot, we’ve just enjoyed and relaxed spent the noon here. Pantainya lebih ramai dibanding Teluk Hijau dan disini sering diadakan event-event surfing, baik yang taraf lokal maupun internasional. Waktu itu ombaknya nggak terlalu besar, kami menikmati pemandangan pantai yang penuh dengan jejeran payung merah, pasir yang putih, dan seonggok bukit yang posisinya agak jauh dari bibir pantai. Aduh…lupa nama bukitnya, ya pokoknya trademark-nya Pulau Merah 😀

Liburan di luar rumah berakhir sampai sini. Sisa hari kosong kami isi dengan santai di rumah hingga tahun baru tiba. Untuk soal liburan tak ada kata lelah, bahkan belum sampe balik ke Bandung lagi kita udah ngerencanain ngabisin uang lagi tahun depan, ckckckckck…..

Well…i still think it’s wasn’t enough time to explore many more exotic places at Banyuwangi. I’ll come again and can’t wait to share the experiences here. So see you on next holiday vacation and happy new year 😉

the time is rolling really fast

September’s door is almost closed, October get ready to be bright.

Pay day…pay day…yeahh!! Buat aQ yg gajian minggu terakhir tiap bulan, akhir bulan = awal bulan dan pertengahan bulan = akhir bulan hahahahahhaaa…. Tapi bulan-bulan kedepan waktunya menabung(lagi), setelah kemarin terkuras oleh travelling part 2. Mau dipake buat apanya mah ngga usah dipikirin, secara aQ orang yg laper mata pasti aja ada yg dipengen :P. Ini aja udah pengen maen lagi ke Lotte Shopping Avenue, gawaattt!!

Ngomong-ngomong Oktober, bentar lagi ada yg ultah nih pas di tgl 1. Hadeuuhh…masih diinget-inget aja tu orang dienz!! Bukan ngga bisa lupa juga sih, cuma teringat otomatis aja hahahahahahaaa… Ya wishing him have a blast years and good ages kan ngga ada salahnya (alibi nih…) :P.

Cukup…lanjut topik berikutnya ~~

Dalam waktu dekat ini punya rencana apa yaa?? Hidup itu harus penuh dengan rencana, biar menjalani hari-harinya bersemangat. Tul kan?! Sementara ya mau nabung-nabung dulu, kalo tabungan udah lumayan ngebelanjainnya mah sekedip mata aja hahaahahhahaaa… Karena kemarin baru ngeluarin cukup banyak sekarang rehat dulu dari keinginan-keinginan belanja, biasanya nanti sewaktu-waktu ide kreatif belanja dengan naturalnya muncul tiba-tiba dan tanpa aba-aba :D. Dari pagi di radio online banyak diputer Infinite’s song nih, telingaku berasa dimanjakan dan berasa member inspirit banget pagi ini ~~ aigoo…uri L-ssi. Dan ini infinite bersahabat sekali sama GD sepanjang hari, gantian aja lagunya diputer gitu. Jalhaesseo!! *thumbs*

Aaaaahhh…mimpi ke Korea nii pengen segera diwujudkan deh iihh, cuma yang bersedia bayarinnya belum ketemu (minta dijitaakkk!!). Oiiiaaaaa…yang mau aQ beli dalam waktu dekat ini nampaknya anting deh hihihihihiii -tuh kan kumat deh otak belanjanya-. Mau ada temen cewek baru nih, berbagi kamar hmm… Just hope she’ll get along well with me :P. Dan alhamdulillah…baru dapet kabar super baik lagi, nyai kanjeng Eva sudah dititipi benih kembali. Seneng bangeeeetttt dapet kabar yang satu ini, ya Allah terima kasih atas nikmat yang Engkau beri, dan mohon dikuatkan calon ibu dan calon anaknya serta dilancarkan kehamilannya hingga saatnya nanti lahir ke dunia, aamiin ya Rabbal ‘alamiin :’) *teary eyes*

Subhanallah…hidup adalah kejutan, aQ ngga sabar menanti kejutan-kejutan baik yang lainnya. Saling menguatkan antara teman dan sahabat itu buat aQ berarti banget, disamping keluarga tentunya. Mudah-mudahan kejutan berikutnya dapet sms ntar sore, ngarep nii heheheheheheheee… Semoga aQ ngga pernah lupa untuk selalu bersyukur atas semua nikmat dan rezeqi dari Allah SWT, walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin :).

Random Post

Mmmm…mau sharing apa yaa?? lagi nganggur jadi inget ngupdate my world here 😀

Oh iyaa…saudara sepupuku Vina yang cantik mau nikah bulan Juni, tepatnya 15 Juni 2013. Mama bilang kemarin om sama tante dateng ke rumah untuk ngasih seragam keluarga, wahh…perlu tampil all out nih. Jadinya kepikiran untuk mulai(lagi) program peluruhan lemak-lemak yang nota bene berlebih jumlahnya di badanku ini hahahahahahahahaaa…

Adapun yang sudah direncanakan yaitu, rutin sepedaan pagi, minum rutin lagi teh daun jati cina, dan (tambahan dari mama) pake slimming gel. Mudah-mudahan tekad baik ini tak terganggu oleh nafsu-nafsu dan godaan makanan hihihhihihiii 😀

Nah ntar malem mau ketemuan sama temen-temen di Thai Palace Dago, dimanakah tempatnya berada?? kayaknya mah udah pernah lewat sih…Nampaknya enaaakkk, udah lama ga ketemu thai food…ngebayanginnya aja udah yummy banget *ngileeerrr*

Waduh barusan ada yang nelpon kebeneran aQ lagi maen line pop, ngehang deh answer phone-nya sampe akhirnya diputus dari sananya. Nomernya gak kenal, siapa ya kira-kira?? apa ada yang mau manggil untuk test & interview kali yaa?? tapi kok gak nelpon lagi yaa?? jadi H2C nih…yaahh sudah abaikan lah, kalo emang butuh nanti nelpon lagi kali. Mau lanjut maen line pop lagi pun ragu, takutnya masuk lagi telpon yang tadi.

—————————–30 menit berikutnya—————————–

Bener dong nomer tadi nelpon lagi tapi kebeneran aQ lagi di kamar mandi dan hape lagi dipegang febri, dan ya gak keangkat lagi. Siapa kira-kira yaa?? Serba salah kalo kaya gini, mau di telpon balik takutnya orang iseng, tapi ga ditelpon takutnya penting. Aaaaaakkkk…bingung dah ah!! Pas diliat-liat lagi ternyata nomer yang telepon sebelumnya sama yang barusan beda tipiisss, bedanya cuma satu nomer paling akhir tapi ini nomer GSM dan bukan kaya nomer kantor. Mencurigakan…tapi kalo nelpon lagi nanti aQ coba angkat aja deh.

Posting hari ini random banget lah dan yang paling random lagi sekarang tau-tau pengen ngemil, heeeuuuuu……Waaaa ternyata panggilan interview dari detik(dot)com, barusan udah ditelpon lagi dong katanya diundang untuk interview hari jum’at jam 09.30. Gimana niiihhh?! dateng gak yaa?? cekidot email dulu…

A Long Weekend In the Middle of February

What we got here?? a very loooooong story about a dramatic terrific and exotic journey. Are you ready?! don’t forget your popcorn and juice hahaha….

Enjoy the stories >>>>>>>>>>>>>>>

Kita mulai dari seminggu sebelum perjalanan dimulai. aQ dikasi surat tugas untuk ke Jakarta yang sebenernya sampai hari jum’at, alhamdulillah hasil negosiasi sama bos dibolehin cuma sampe kamis aja secara jum’at itu awal dari liburan yang kutunggu-tunggu, ciiieeehh!! Dan hari kamis jam 3 pun capcuslah diriku ke Bandung. Malemnya masih ada janjian sama temen-temen ketemuan makan, sampe rumah udah jam 9 lebihan dan masih harus beresin barang bawaan untuk next trip.
tiket
Oke…rencana berangkat setelah dzuhur dari rumah, janjian sama teh Rerry di suatu tempat dan langsung capcus Bandara Husein Sastranegara. Waktu check-in masih lama, kita berdua ngisi perut dulu. Proses check-in sampai boarding lancar-lancar aja tuh dan kita santai banget lah tanpa tau nantinya bakalan ada MASALAH sama si ticket.
ticket2
Alhamdulillah penerbangan aman sentosa adem ayem maknyuuss, sampe di Bandara Ngurah Rai sekitar jam 20.00 waktu setempat dan kita ngga nyadar kalo ada perbedaan waktu 1 jam antara Bandung dan Bali. Jadi yang katanya seharusnya lapor ke counter transit, eh kita malah keluar dari ruang pemberangkatan. Dari sinilah masalah pelik dimulai(halah….!!). 40 menit sebelum departure time akhirnya aQ nyadar perbedaan waktunya, langsung aja masuk lagi mau check-in plus boarding. aQ sama teh Rerry sempet bolak-balik kesana-kesini nyari flight selanjutnya daaaaaaaannnnn…..ternyata eh ternyata pesawat berikutnya yang tertera di tiket itu SUDAH TERBANG DARI JAM 5 (waktu setempat). Kata pertama yang terlintas di kepala adalah GILAAAAAAKKKKKK!!(astaghfirullah…) Kalo pesawatnya udh terbang dari jam 5WBB (alias waktu bagian Bali), bahkan dari kita masih di Husein pun itu pesawat udah ninggalin kita dan itu adalah jadwal penerbangan terakhir pulaaaaa. Walaaahhh….ndak betul ini, ndak betul!! Pihak maskapai sama sekali ngga ngasih info tentang perubahan jadwal ini dari waktu masih di Bandung, mau ngga mau pihak maskapai harus kudu wajib bertanggung jawab atas kerugian kita. Perwakilan maskapai ngasi tau kondisinya bahwa pada hari sebelum keberangkatan calon penumpang sudah berusaha di konfirmasi tapi selalu ngga terhubung dan dari tadi mereka nyari-nyari aQ sama teh Rerry, “mbak nya dari mana aja? saya tunggu yang lapor dari tadi ngga dateng-dateng“, oohh…ya maap kita keluyuran dulu nyari bule hahahaha… Hasil perbincangan yang dilakukan secara santai dan hati-hati(takutnya kita marah) mereka akan menerbangkan kita ke tempat tujuan pada penerbangan paling awal besok paginya tanpa kita harus beli tiket lagi dan kita diinapkan di hotel transit dekat bandara, oia dan biaya ditanggung pihak maskapai katanyaaaahh. Kita cuma bisa ikut kata mereka aja lagipula memang jalan keluar terbaik yang mereka tawarkan, oke then…. Akhirnya aQ harus konfirmasi kesana-kesini, maksudnya ke orang tua sama temen-temen yang udah nungguin di tempat tujuan sanaaaaaahhhh.
bali1
Entah sebenernya untung apa rugi yang kita dapetin atas kejadian ini, tapi jujurnya sih aQ ngerasa tenang aja, itu juga karena pihak maskapai memberikan jalan keluar yang make sense. Kalo mau diliat secara untung rugi, maka kerugian kita alami di masalah waktu karena seharusnya malem itu kita udah sampe di tempat tujuan liburan dan kumpul sama temen-temen yang udah duluan disana, dari segi untungnya yaaa bermalam gratis di Bali bersama teh Rerry selama kurang lebih 7 jam hahahahaaa… Ternyata lagi, kasus ini ngga cuma kita berdua yang kena tapi sampe 6 orang(termasuk aQ sama teh Rerry) ckckckckck!! 4 orang lainnya itu udah dianter duluan ke hotel transit sama petugas bandara dan reaksi mereka kecewa banget sampe dendam esmosi sama tu maskapai. Malemnya kita keluar jalan-jalan sambil cari isi perut, lumayan jalan-jalan di Bali semalam. Pagi-pagi banget sekitar jam 5WBB kita udah dijemput untuk ke bandara, flight sekitar jam 6. Penerbangan cuma ngabisin waktu sekitar 30 menit aja, pesawatnya pun pake pesawat sedang berbaling-baling(ga pake bambu!!).
DSCN1758
Sampailah jam 7 di destinasi utama kita, this is it Pulau LOMBOK, alhamdulillah….Dan dimulailah perjalanan yang menyenangkan dari sini :D. Kita dijemput sama Teh Ita dan 2 anak buahnya Agung + Risman dan langsung dianter ke tempat rombongan yang lain menunggu untuk perjalanan wisata. Banyak juga peserta wisatanya sampe 3 bis sekitar 50 orang, sesuai jadwal tempat pertama yang kita kunjungi adalah Taman Narmada. Yang terlewatkan di tempat ini tuh aQ ngga belanja souvenir lombok di kios-kios sekitar taman, malamnya aQ baru tau kalo disitu tempat belanja paling murah dibandingkan di tempat oleh-oleh dan souvenir lainnya, ah sayang banget 😦
DSCN1767
DSCN1778
Tujuan selanjutnya langsung Gili Trawangan, whaaaaaattt?! laut?! pantai?! basah-basahan?! dan persiapan baju ngga dibawa karena tas baju ditinggal di tempat nginep. Tapi yang namanya udah niat mah pasti dikejar gimanapun caranya, akhirnya mutusin beli baju lagi di Gili Trawangan. Perjalanan dari Taman Narmada ke Gili Trawangan tak bisa terlupakan(halah….!!). Naik bis menempuh waktu sekitar 2 jam, mendaki gunung, lewati lembah, menelusuri pinggir pantai Senggigi, menikmati keindahan Malimbu, waaaaa…..indah, beautiful, excelent, fantastik, tapi agak menegangkan karena bis yang kita tumpangi rasanya kurang bertenaga pas nanjak di belokan yang curam, bayangin aja keadaan jalan yang menanjak dan berbelok bisnya gasnya ngga kuat dan ganti gigi ditengah-tengan proses nanjak itu. Hhuhuhuhuhhuhuuu…istighfar…istighfar (x_x). Tapi proses tadi worthed banget sama apa yang kita dapet selanjutnya…..
DSCN1784
DSCN1792
Selanjutnya proses penyebrangan dari Lombok ke Gili Trawangan. Yang kenal sama aQ pasti tau kalo sebenernya aQ takut banget naik perahu ato boat kecil nyebrangin laut, tapi karena niat dan tekat(d) sudah bulat jadinya diberani-beraniin aja. Walhasil babacaan sepanjang penyebrangan hahahaa, sambil poto-poto juga sih. Sedikit demi sedikit rasa gugup dan takut ketutupin sama rasa takjub ngeliat pemandangan laut dan pulau-pulau disekitarnya(tetep sih ada takutnya :P). Oia…sepanjang penyebrangan tour guide aka Mas Bayu ngejelasin tentang ke-3 Pulau Gili ini, yaitu Gili Air, Gili Meno, sama Gili Trawangan. Mas Bayu ini humoris dan orangnya easy going, dia juga jelasin tentang kegiatan snorkeling dan bilang mau ngajarin sampe bisa, “asal kita udah niat, ngga panik dan berani pasti ngga sampe 5 menit saya jamin udah pada bisa snorkeling, kalo tetep ngga bisa saya bakal ajarin sampe bisa” gitu kata Mas Bayu. Akhirnya dengan membulatkan tekat dan niat lagi, aQ putusin ikutan snorkeling. Ini nih buktinya aQ beneran ikut snorkeling….
DSCN1799
DSCN1800
DSCN1803
Kalo ditanya gimana rasanya snorkeling, wah banyak yang bisa aQ sebutin, dari mulai takut, serem, cemas, khawatir tenggelam, pengen nangis, pengen pulang, takut lagi, khawatir lagi, cemas lagi, serem lagi, tapiiiiiii…..dibalik itu ada rasa LUAR BIASA saat ngeliat yang namanya terumbu karang dan ikan-ikan bawah laut, SUPEEEEERRRRBBBB!!!! Sedikit demi sedikit aQ mulai bergerak berenang kesana-kesini, jeprat sana jepret sini, awalnya berendeng-rendeng sama temen-temen lama kelamaan asik gerak sendiri hahahahaahahaaa….
DSCN1807
DSCN1841
Ngga pernah kebayang sebelumnya kena hujan di tengah laut, ternyata rasanya sama aja kaya di darat, cuma bedanya kalo kehujanan di laut tuh suhu air laut jadi lebih hangat daripada suhu udara. Horornya adalah pas air laut jadi bergelombang, eeeuuuuuuggghhhh…badan tuh ngga bisa ngelawan arus laut akhirnya terombang-ambing, pas nyari kapal makin berlipat rasa horornya…kapalnya jauh boooookkkkk!! “Ya Allah…astaghfirullah…astaghfirullah…astaghfirullah…” kata-kata itu yang terucap dalam hati sambil pelan-pelan berenang ngedeketin temen-temen yang ternyata masih ada dalam jangkauan mata. aQ, bu Leony, teh Rerry, Elfa, dan (alhamdulillah) ada Mas Bayu yang tetep jagain kita. Saking besarnya gelombang, kapal sampe ngga berani ngedeketin kita ber-5 karena takutnya malah badan kita yang kebentur-bentur badan kapal, akhirnya diputuskan kita berenang ke arah pantai dan nanti dijemput dipantai sama kapalnya. Tour guide kita yang eksis ini hebat banget, menggiring pasien-pasiennya ke pinggir pantai, DAEBAK lah!! hahahahahaaaaa….. Penyebrangan pulang dari lokasi snorkeling ke Gili Trawangan adalah kehororan yang lain lagi, masih dengan cuaca hujan, masih dengan gelombang yang kuat, driver boatnya nekaaaatttssss nyebrangin laut. Dan penyebrangan yang cuma 15 menit itu rasanyaaaaa…please deh ngga perlu ditanya lagi, cukup untuk ngebuat muka penumpang boat PUCET SEMUA!! x_x
DSCN1865
Tanpa terasa…tiada terkira…seakan sang waktu berjalan dengan cepat…udah waktunya pulang ajjeeeeee :(. Dibilang ngga puas..alhamdulillah wisatanya seru, dibilang puas..koq rasanya masih kurang yaaa. Apa mau dikata, waktunya pulang tetep harus pulang, ya masa mau disana terooooossss?! Diakhir perjalan wisata kita mampir dulu ke pusat oleh-oleh dilanjut sama makan malam, sebenernya badan udah berasa ngga enak, masih boat-lag ceritanya sampe-sampe makan pun berasanya goyang-goyang hahahahaaaa. Sampai di tempat nginep waktunya beres-beres, tiket pulang yang kami dapet jam 7 pagi waktu setempat, untuk ukuran (total) 23 orang yang rata-rata lagi pada cape-capenya, siap-siap di pagi hari itu nyaris mustahil. Akhirnya hanya segelintir dari kami yang (mungkin) mandi, sisanya…(mungkin) cuma bilas-bilas ketek doang whahahahahahaaa… Ini moment-moment yang tertangkap dari proses kepulangan kita.
DSCN1870
DSCN1872
DSCN1877
DSCN1880
Prosesnya masih sama, kita sempat transit lama di bandara Ngurah Rai. Sebagian dari kita ada yang memutuskan ngabisin waktu sebentar keliling Bali dan sebagian lagi ngabisin waktu di cafe bandara, lumayan ngobrol-ngobrol sambil liatin manusia-manusia import, yang sebagian mengumbar susno duaji alian s-s- nongol dua biji(kata-katanya diajarin Tour Guide nih wkwkwkwkwkwk). Astaghfirullah banyak mudharat nyaaaa (>.<)
DSCN1912
DSCN1897
DSCN1903
After all…what can i say is ALHAMDULILLAH, this is one of my great journey, everyone was survived, healthy, excited, without lacking anything. We’re even planning to bacpackering to Lombok again next time. Hope…someday… 😉
DSCN1933

a place named S-E-O-U-L

서울…SEOUL…

Seoul City - Korea

Seoul City – Korea


Everybody knows where it is, and yeah Korea is attractive much for me. Why?? because it’s dramas?? movies?? boybands?? girlbands?? foods?? all correct!! Me…just like it, 좋아에요!! So no wonder i’ve learned korean language a lot ha..ha..ha..ha…just in case i’ll going there someday, aamiin…I have planned this once in a lifetime journey with my friends, for me this is a *DREAM*, 꿈이야!
Gyeongbokgung Palace

Gyeongbokgung Palace

I think there is a little problems to make this dream come true, money and parents appoval hahahahahahaaaa…The cost is quite a lot for sure, visa, living cost, airplane, ect. I must, surely, and seriously need to save a lot of money. And let say that the cost is collected, then i must convince my parents to give approval for me to go. Will they approve it?? i really hope so, 진짜 정말…

Namsan / Seoul Tower

Namsan / Seoul Tower

Where would i go at Korea?? Itaewon…Gyeongbokgung…Dongdaemun Market…Namsan Tower…Lotte World…National Museum/National Folk Museum…Everland Resort…and don’t ask more, cause there are many more hahahahahahahaaaa 😀

Dongdaemun Fashion Market

Dongdaemun Fashion Market


Itaewon Market

Itaewon Market


Ah, one more place that i’ve been curious about, that is norae-bang(노래방) aka Karaoke. I think it would be great if i can visit it, because the song list must be complete and i can sing whatever songs i like 😛

Truthfully i wish to see, touch, and feel snow since i haven’t felt it. But what i heard was the winter in Korea could reach extremely cold temperatures under 0 degrees. If the condition is impossible then, i can’t help it. Still…going there, to Korea, will be one of the most great experience for me.

Everland Resort

Everland Resort


Winter Snow at Korea

Winter Snow at Korea

Who’s gonna join with me friends?? We’ll enjoy the fun, the food, the culture, the weather, and the new experience *\(^-^)/*

Lotte World

Lotte World


National Folk Museum

National Folk Museum

So…believe, make efforts, save money, and make it come true!! Someday i’ll definetely say “서울…난 간다!”

Eksperimen di hari Sabtu


Alhamdulillah…rezeki dari qurban, daging sapi dan kambing bedesakan memenuhi freeezer kulkas. Sehari, dua hari, tiga hari masih tahan makan perdagingan, hari berikutnya?? Mblenger rasanya….
Terbersitlah ide untuk membuat bakso, selain bentuknya udah ngga menyerupai daging, siapa sih di rumah yang ngga hobi ama bakso hihihihihihii… Ternyata bahan-bahannya gampang aja loh pemirsa, daging (digiling halus), tepung tapioka, garam+penyedap, merica, baking powder, dan air es. Caranya cuma dicampur aja jadi satu semuanya, diuleni sampe adonan kalis, dibentuk bulet-bulet, abis itu tinggal cemplang cemplung di air mendidih. Dan Voila this is it penampakannya…

Mari kita flashback keriweuhan proses buatnya :D. Dari semalem daging udah dikeluarin dari freezer dengan usaha yang ngga gampang, bayangin aja ngambil daging dari dalem freezer yang mana udah seminggu membeku di dalemnya. Keras, beku, susah diambilnya, ffuiihh dahh… Walopun di defrost juga tetep aja lama tu si daging mencair, eh?! melunak kali yaa… Akhirnya pilihan terkahir mencabut power kulkasnya sekalian yang ternyata efektif juga hahahahahaaa….
Paginya daging udah bisa diolah, langsung ku potong-potong. Seharusnya menghaluskan daging itu pake food processor, berhubung ngga punya ya pake blender aja 😀 (ket: ini tangan andi lhoo)
Next…mencampur daging halus dengan bahan kering lainnya, dan kemudian diuleni. Tepung tapioka, garam, lada bubuk, baking powder ngga ditakar sebelumnya, ngga tau kenapa kadang kalo pakai takaran yang sesuai resep tu hasilnya kurang pas, jadi semua bahan kering disini dipakai sesuai selera deh.
Tahap terakhir merebus adonan. Kata sumber di internet sih ada tipsnya, kalau air untuk merebus baksonya itu harus mendidih lebih dulu setelah itu kecilkan apinya sampai air di panci ngga bergolak lagi, baru abis itu adonan bakso yang udah dibentuk bulet-bulet dimasukin deh. Proses merebusnya mungkin sekitar 15-20 menit, kalo aQ sih ngga merhatiin waktunya yang penting itu bakso udah pada ngambang berarti udah mateng heheheheee….
Ceritanya mau sambil berkreasi nih, bikin sekalian bakso isi. Isinya apa aja ya macem-macem, yang ada dan memungkinkan dimasukin semua mulai dari telor, keju, sosis, sampe mangga pun ada. Ada-ada aja emang si Andi nih (tersangka yang masukin mangga), lagian mau aja lagi si Dian jadi korbannya(yang makan tu bakso mangga) 🙂 Overall, rasa menurut kita nggak masalah lah, teksturnya pun kunyah-able, berhubung hasil akhirnya banyak jadi ku sisihkan sebagian buat teh Eva dan Febri.
Tunggu eksperimen berikutnya yaa. Selamat menikmati…Bon appetite

Grill Parteeehhhh

happen on 2012 Oct 27th at my home

with family and (maybe) family to be 😀